Tiga Desa di Banjarangkan Deklarasi Stop BABS, Salah satunya Desa Bakas

  • 30 Mei 2017
  • Dibaca: 583 Pengunjung
Tiga Desa di Banjarangkan Deklarasi Stop BABS, Salah satunya Desa Bakas

Tiga desa di Banjarangkan, Klungkung mendeklarasikan diri sebagai Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defication Free (ODF) di Balai Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (30/5).  Adapun ketiga desa yang bertetangga tersebut, yaitu Desa Bakas, Tohpati dan Negari.

 

Program Stop BABS ini merupakan Program Kementerian Kesehatan yang diterbitkan melalui Permenkes Nomor 3 Tahun 2014 tentang sanitasi total berbasis masyarakat. Menurut Perbekel Desa Bakas, Wayan Mudiana mengatakan, sejak tahun 2015 Desa Bakas, Tohpati dan Negari terus diberikan sosialisasi tentang perilaku Stop BABS. “Sempat kami berpikir kok, BAB saja kami harus diatur. Dan setelah beberapa lama kemudian baru kami menyadari kalau semua itu demi kebaikan kami juga. Kami mulai berbenah melalui usaha yang keras dan berkoordinasi dengan UPT Puskesmas Banjarangkan I,” katanya.

 

Adapun pada tahun 2016, sebanyak 27 unit bedah rumah dan rehab toilet juga dibangun untuk warga miskin yang anggarannya menggunakan alokasi dana desa (ADD). Sehingga kini Desa Bakas dengan jumlah kepala keluarga 548, Desa Tohpati dengan jumlah kepala keluarga 366 dan Desa Negari yang mempunyai jumlah kepala keluarga 666 telah 100 persen mengakses jamban sehat.

 

 “Nantinya kami juga akan upayakan untuk pembuatan toilet umum sebagai akses masyarakat pada saat berkegiatan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bupati Kabupaten Klungkung, I Nyoman Suwirta yang menyaksikan dan menyerahkan langsung piagam deklarasi tersebut berharap agar kegiatan tersebut tidak dianggap sebagai perintah atau paksaan, karena sebenarnya kebersihan dan kesehatan itu keinginan bersama. 

 

“Apabila masih ada masyarakat yang belum bisa membuat jamban mari kita bantu bersama sama. Saya ingin Klungkung ke depannya benar-benar bebas BAB Sembarangan. Dan ini tidak hanya berlaku pada manusia saja, program ini juga berlaku pada hewan peliharaan seperti babi, sapi atau anjing yang sering kotorannya berserakan,” tandasnya.

  • 30 Mei 2017
  • Dibaca: 583 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita